KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Warga Kabupaten Kabupaten Maluku Barat Daya, kembali mengeluh. Mereka mengeluh karena harga tiket kapal cepat yang berlayar di daerah itu memberatkan.
Padahal, masyarakat yang berbatasan langsung negara Timor Leste itu, biasanya menumpang kapal perintis Kapal Sabuk Nusantara, yang dikelola PT PELNI, sangat menjangkau.”Akibat Sabuk Nusantara 48 tidak berlayar penumpang kapal cepat KM Cantika 77 membludak,”íkata salah satu warga MBD, Alex Dadiara melalui laman facebooknya, kemarin.
Akibatnya, kesal dia, masyarakat menjadi korban keputusan PT PELNI yang menghentikan pelayaran Kapal Sabuk Nusantara 48. “Padahal, pengganti Kapal Sabuk Nusantara 48, hingga sekarang belum ada di Ambon,”terangnya.
Warga MBD terpaksa menumpang kapal cepat Cantika 77, yang mamatok harga tiket Rp 400-an.”Harga tiket kapal sama dengan harga tiket kapal ke Kisar,”sebutnya. Ironisnya, lanjut dia, biaya selama pelayaran semakin bertambah.



























