Sekilas Info

Peduli Lingkungan, Kabar Timur Raih Penghargaan

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Sebagai media yang getol memberitakan isu-isu lingkungan hidup di Maluku, Kabar Timur diganjar best news media. Penghargaan diberikan oleh Perhimpunan Kanal Maluku.

Penganugerahan Hijau Kanal Rupidara II tahun 2018 digelar di Hotel Santika, Ambon, Sabtu (1/9) malam. Acara dihadiri, aktivis perempuan Maluku yang juga mantan Wakil Walikota Ambon Olivia Latuconsina, organisasi pecinta alam, pemerhati lingkungan hidup, pengurus perhimpunan Kanal Maluku dan Kanal Ambon.

Organisasi yang konsen terhadap lingkungan hidup ini juga memberikan penghargaan kepada pejuang lingkungan maupun organisasi pecinta lingkungan. Penghargaan tertinggi atau life time achievment diberikan kepada (alm) Yohanes Balubun sebagai pejuang hak-hak masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Kategori organization cimmited diberikan kepada Green Mollucas yang getol berjuang memerangi sampah untuk menjaga kelestarian lingkungan alam.

Sementara kategori people commited diberikan kepada Gerakan Save Aru yang berjuang mempertahankan kelangsungan hidup satwa dan lingkungan di Aru sehingga mendapatkan dukungan dari berbagai negara.

Ketua Umum Perhimpunan Kanal Maluku, M. Azis Tunny mengatakan, penganugerahan Hijau Kanal Rupidara adalah bentuk apresiasi para pecinta alam khususnya Kanal Ambon terhadap gerakan perseorangan maupun organisasi, gerakan masyarakat serta dukungan media terhadap isu-isu lingkungan yang menjadi prioritas sehingga membantu kerja aktivis lingkungan agar lingkungan di Maluku tetap terjaga dan lestari.

“Kami sangat berterimakasih karena ini juga mendapat respon positif dari semua kalangan, meskipun memang kami bergerak secara swadaya, belum bermitra dengan pemerintah. Karena kalau bermitra dengan pemerintah kami khawatirkan sesuatu yang baik ini tidak jalan-jalan. Mudah-mudahan dengan apresiasi ini bisa mendapatkan perhatian pemerintah,” kata Tunny.

Bukan tanpa alasan, Tunny berkata demikian, pasalnya pemerintah sebagai pintu keluarnya izin regulator hak pengusahaan hutan (HPH), pertambangan, izin Amdal dan sebagainya. Sehingga diharapkan ke depannya, pemerintah sebelum memberikan izin terhadap investor harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

“Kita tidak melarang investasi, tapi kalau bisa juga dipertimbangkan analisa dampak lingkungan (Amdal). Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan isu besar seperti global warming maupun bahaya zat kimia dalam pertambangan,” ujar Azis dalam sambutannya.

Isu lingkungan ini bukan hanya menjadi isu lokal, tapi isu internasional. “Dan bagi kita di Maluku, kita dihadapkan dengan beberapa isu yang tidak biasa, seperti perambahan hutan melalui izin HPH PT. Bintang Makmur untuk mengelola wilayah hutan di Pulau Seram yang bisa berdampak bagi kelangsungan hidup habibat ekosistem alam terkhususnya masyarakat suku Naulu,” jelas pria yang akrab disapa Agil ini.

Hutan bagi suku Naulu kata dia, bukan hanya dijadikan tempat berburu maupun ruang hidup, tapi juga sebagai ruang eksistensi. Begitu juga di Gunung Botak, Kabupaten Buru yang sekarang marak  beredarnya barang berbahaya seperti sianida dan merkuri. “Ini ancaman luar biasa bagi kelangsungan hidup baik manusia, hewan dan tumbuhan. Ini ancaman jangka panjang, jangan sampai terjadi seperti peristiwa Minamata di Jepang,” tegas Agil.

Ancaman serius lainnya terlihat dari isu pengalihan lahan untuk dijadikan lahan kelapa sawit di Pulau Seram yang juga mengancam kelangsungan hidup satwa endemik Maluku, yakni Burung Kakak Tua Jambul Merah.

“Ini hal yang serius, masyarakat adat, kita semua harus berjuang bersama-sama demi anak cucu kita. Kita harus berjuang bersama-sama melawan itu. Ancaman seriusnya bukan hanya terhadap manusia, tapi juga terhadap hewan dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Penganugerahan Hijau Kanal Rupidara sendiri diambil dari penerima penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan hidup (Kalpataru) oleh Pemerintah Indonesia kepada Rupidara yang merupakan putera daerah  asli Maluku sehingga namanya didedikasikan sebagai nama penganugerahan dimaksud.

Selain penganugerahan kepada media, perorangan maupun organisasi yang konsen isu lingkungan, Kanal Ambon juga memberikan penganugerahan kepada salah seorang personilnya yakni Koko Handoko yang berhasil mencapi seven summit atau tujuh gunung tertinggi di Indonesia. Pada kesempatan itu dikukuhkan pengurus Perhimpunan Kanal Ambon periode 2018-2020 yang diketua Muhammad Tuasikal.

(RUZ)

Penulis:

Baca Juga