Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

TP4D Kejati & Distan Tinjau Lokasi Pengembangan Bawang

badge-check


					Istimewa/KABARTIMURNEWS Perbesar

Istimewa/KABARTIMURNEWS

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku bersama Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku, meninjau proyek Pengembangan Kawasan Bawang Merah yang dibiayai melalui anggaran Kementerian Pertanian, di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jumat (28/8).

Lokasi yang ditinjau Distan dan TP4D Kejati Maluku ini, ialah penerima bantuan di tiga desa yakni Kamear, Yafawun dan Watngon, Kecamatan Kei Kecil Timur. Peninjauan juga dilakukan dengan memperoleh keterangan dari para petani dan pihak Distan setempat, yang pada kesempatan tersebut juga telah melakukan panen pada sebagian besar lahan.

Kepala Dinas Pertanian Kab. Malra, Felix Boonu Tethol di lokasi panen mengatakan, puncak produksi pada sentra bawang merah di ketiga desa, pada akhir Agustus 2018 inj diperkirakan mencapai 200 sampai 240 ton dari luasan lahan 40 hektar.

Namun demikian, dirinya kembali memastikan hasil panen tersebut bisa terdongkrak hingga mencapai 300 ton, dengan asumsi 1 hektar menghasilkan 8 hingga 9 ton.   “Memang awal, kami prediksikan sekitar 240-an ton, tetapi setelah kita bikin uji terhadap hasil ubinan pada beberapa lahan yang dipanen ternyata 1 hektar produktivitas bisa mencapai 8 sampai 9 ton,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kualitas bawang hasil panen, Felix akui, bisa bersaing di pasaran. “Untuk hasil panen ini, kita sudah bisa bersaing. Tetapi, selalu saya tegaskan kepada petani, soal kualitas kita tidak bisa harus sama dengan daerah lain, tetapi kita harus bisa lebih unggul dari daerah lain,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, sudah saatnya, petani di Kab. Malra bangkit untuk menjadikan daerah ini sebagai sentra komuditas bawang sejalan dengan program pemerintah saat ini. “Ke depan jika kita konsen, daerah ini bisa jadi sentra dengan kualitas yang baik melalui perbaikan jadwal tanam, perbaikan sarana prasarana pendukung serta infrastruktur,” ujarnya optimis.

Untuk menunjang pengembangan kawasan, Felix menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya petani masih kekurangan intro dryer yang merupakan alat pengering dan air. Padahal untuk memperoleh bawang dengan kualitas baik tergantung air.

“Kita di sini mengalami musim panas yang cukup panjang yang mengakibatkan sumur dan kali kering. Kita juga punya sumur di lokasi, tetapi semuanya kering, sehingga kita butuh bak atau embung sebagai wadah penampungan air,” terangnya.

Selain itu, dari aspek budidaya yakni pupuk, dia katakan, yang diperoleh secara subsidi hanya pupuk dasar, NPK. Sementara untuk hasil yang baik, dibutuhkan pupuk tunggal, diantaranya urea, TSP dan KCL, yang nantinya disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman itu.

Meskipun demikian, menurut Felix, petani sudah bisa mandiri dalam rangka perbaikan kesejahteraan melalui bantuan Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Maluku berupa bantuan bibit bawang merah bagi petani.

“Petani kita saat ini sudah bisa membuktikan dengan menghasilkan kualitas bawang yang siap bersaing di pasar. Saya berharap ke depan kebijakan provinsi dengan menjadikan Malra sebagai sentra bawang dapat terwujud,” paparnya.

Tingkat partisipasi swadaya petani saat ini, disebut Felix, cukup tinggi dalam penanaman komoditi bawang merah, baik untuk sewa tenaga kerja saat pembukaan lahan, pengolahan lahan, sewa untuk penanaman, sampai pada sewa tenaga kerja dalam rangka panen.

Untuk itu, ke depan dia harapkan adanya perluasan lahan yang diperuntukan bagi pengembangan bawang merah di Malra. “Diperkirakan saat ini, lahan yang tersedia sekitar 300 hektar. Tapi kalau toh kita jadi sentra, kita bisa targetkan 700 hektar,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku