Sekilas Info

Hari Ini Rektor Unpatti Didemo

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti), hari ini menggelar aksi demo.  Mereka mempertanyakan  pelbagai kebijakan Rektor yang dianggap keliru.  Rektor membenarkan hari ini dirinya didemo.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. MJ. Sapteno, bakal didemo mahasiswa. Rencana kepastian demo mahasiswa ini diperoleh Kabar Timur dari salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Kamis, kemarin.

Menurut dia,  aksi demo tersebut bakal digelar dengan agenda mempertanyakan pelbagai kebijakan Rektor Unpatti, Sapteno yang dianggap keliru. “Hari ini, kita akan gelar demo. Kita akan soroti pelbagai kebijakan Rektor,” kata mahasiswa itu.

Rektor Unpatti Sapteno selama ini, lanjut dia,  gagal memimpin kampus kebanggaan masyarakat Maluku itu. “Kita akan menuntut Pak Sapteno mundur dari jabatan Rektor. Pak Sapteno kita anggap gagal pimpin Unpatti,”’tegasnya.

Lantas apa kata Rektor terkait rencana aksi demo mahasiswa itu? Dihubungi Kabar Timur via telepon selulernya, tadi malam,  Rektor Unpatti Prof. Sapteno membenarkan ada aksi demo yang dilakukan mahasiswa hari ini. ‘’Memang benar (ada aksi demo) besok (hari ini). Informasi saya dapat lewat media Whatsap (WA),’’kata Sapteno.

Menyoal apa substansi dari demo yang digelar mahasiswa? Menurut dia, sesuai informasi yang diperoleh via WA, mereka (mahasiswa) demo menuntut Rektor, segera selesaikan pembangunan Fakultas Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Keguruan.

“Fakultas keguruan itu tanggungjawab Pemprov. Karena pembangunannya tukar guling dengan proyek Jembatan Merah Putih (JMP). Sementara Fakultas Ekonomi tahun depan baru bisa dibangun,’’ papar Rektor, Prof. Sapteno.

Prof. Sapteno menuding, pendemo menuduhnya mengeluarkan kebijakan yang keliru, padahal tuduhan mereka itu tidak benar. Apa yang dilakukan dirinya, memimpin Unpatti dilakukan sesuai aturan main. “Tuduhan itu mereka (pendemo) tidak mendasar. Itu tidak benar. Selama ini saya pimpin Unpatti sesuai aturan main,’’tandasnya.

Selain itu, Rektor Prof. Sapteno juga mengaku, tuntutan aksi demo juga menyangkut  sejumlah program studi (prodi) yang belum terakreditasi, padahal itu bukan menjadi tanggung jawab dirinya. “Kalau soal ini bukan tanggungjawab saya. Itu tanggung jawab kepala prodi,’’ingatnya.

Dia menuding ada yang menunggangi aksi pendemo dan aksi ini sarat kepentingan politik. “Saya curiga aksi demo ini sangat politis. Saya tidak tahu ini kepentingan siapa,’’tudingnya.

Soal kelompok mahasiswa yang lakukan aksi demo, Sapteno membenarkan mahasiswa yang menggelar aksi dari Fakultas Hukum.  “Tidak tahu kelompok pendemo. Informasi beredar dari Fakultas hukum yang demo,’’terangnya.

Menyinggung apakah aksi ini terkait suksesi Rektor Unpatti 2019? Prof. Sapteno membenarkan. “Mungkin juga, karena materi aksinya kearah situ. Salah satunya menilai saya tidak mampu memenej universitas,’’sebutnya.

Kendati begitu, Sapteno tengah berada di Kota Surabaya berharap, aksi demo yang digelar tidak anarkis. “Kebetulan saya keluar daerah. Tugas dinas di Surabaya. Silakan ketemu saya kalau saya kembali. Harapan kami, tidak ada anarkis. Sebelumnya ada  aksi demo lempar kaca di Fakultas Teknik. Itu aset negara tidak bolah dirusak. Demo raisonal bisa diterima oleh akal sehat. Itu barang negara  tidak boleh diapa-apakan,’’imbuhnya.

Terpisah, juru bicara DPP Hena Hetu, Rauf Pelu berharap, aksi demo yang digelar berlangsung aman dan tidak anarkis. “Ini lembaga pendidikan. Silakan demo tapi berjalan aman dan tertib,’’kata Pelu.

Apalagi, ingat dia, Unpatti merupakan kebanggaaan masyarakat Maluku yang mesti dijaga. “Lembaga ini harus dijaga. Unpatti selama ini menghasilkan SDM yang berkualitas. Ada juga mahasiswa luar Maluku yang studi di Unpatti. Kampus ini harus dijaga. Kalau anarkis yang rugi kita semua,’’ingatnya.

Dia berharap, lembaga pendidikan itu tidak disusupi kepentingan politik. Apakah itu soal suksesi Rektor, dia enggan berkomentar. Dia hanya mengaku. “Lembaga pendidikan tidak boleh dipolitisasi,’’pungkasnya. (KTM)

Penulis:

Baca Juga