KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Branch marketing manager PT. Pertamina untuk Provinsi Maluku-Maluku Utara, Doni Brilianto, menyatakan, adanya indikasi kelalaian yang mengakibatkan terjadinya tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur pada Rabu (15/8).
“Penyebabnya ada indikasi kelalaian, awalnya seperti itu tetapi kita masih menunggu hasil tim investigasi pusat dan indikasi itu tidak bisa dijadikan pernyataan karena harus dengan barang bukti,” kata Doni di Ambon, Rabu.
Hasil investigasi PT. Pertamina belum dirilis resmi dan yang jelas dari Kamis (16/8) sampai Minggu (19/8), tim investigasi telah bekerja melakukan tugasnya di terminal BBM Wayame dan masih menunggu hasil investigasi dari korporat.
“Jadi kami belum bisa memastikan penyebab utamanya apa, dan kalau terjadi kelalaian, baik dari sistem atau pekerja, yang pasti hukuman akan dijalankan,” tandasnya.



























