Sekilas Info

Polisi Lidik Insiden Tumpahan Minyak

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Kepolisian Daerah Maluku melakukan penyelidikan insiden tumpah minyak milik PT. Pertamina di TBBM Wayame, Ambon. Pertamina sendiri diduga masih sembunyikan penyebab insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Muhamad Roem Ohoirat mengungkapkan, kasus tumpahan minyak , 15 Agustus lalu, masih dalam penyelidikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Penyelidikan dilakukan,  untuk mengetahui apakah ada unsur pidana dibalik tumpahan minyak yang merugikan negara  ataukah tidak? “Masih dalam lidik. Kalau nantinya ditemukan ada unsur pidana, kasus ini akan ditingkatkan,” kata Ohoirat kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, penyelidikan dimulai dengan meminta sejumlah keterangan saksi. Semua pihak terkait akan dimintai keterangannya. “Semua pihak terkait akan kami periksa. Sementara masih dilakukan,” jelasnya.

Sementara Pertamina Ambon sendiri, hingga kini belum menyampaikan penyebab terjadinya tumpahan minyak yang diduga telah mencemari sungai Tuheng, Desa Wayame hingga perairan Teluk Ambon. Padahal, investigasi oleh tim internal Pertamina sudah dilakukan empat hari lalu, pasca kejadian. “Penyebabnya sudah diketahui. Tapi saya belum diinfokan,” kata Branch Manager PT. Pertamina Cabang Ambon, Donny Brilianto, tanpa menjawab jumlah tumpahan minyak yang diderita kepada Kabar Timur, Jumat (17/8).

Diberitakan sebelumnya, salah satu tangki penampungan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Wayame, Kota Ambon,  Rabu, siang, kemarin, bocor.  Pertamina Ambon, disebut-sebut mengalami rugi besar atas bocor tangki itu. Bocornya, salah satu tangki penampung BBM, membawah berkah warga yang bermukim di seputaran daerah itu. Warga berebutan mengambil tumpahan minyak yang mengalir di Sungai Tuheng.

Ratusan warga yang bermukim di Kampung Pisang dan Jalan Baru, Desa Wayame, tampak gembira. Menggunakan wadah penampungan seadanya warga banjiri sungai Tuheng hingga ke bibir pantai. Mereka mengambil tumpahan minyak dari dalam sungai yang bersebelahan dengan kawasan TBBM.

Tumpahan minyak  diambil dan diisi warga ke dalam sejumlah wadah penampungan yang dibawa seperti ember, baskom, jeregen 5 liter, 25 liter, bahkan tong berukuran 200 liter. Diduga, tumpahan minyak diperkirakan sebanyak 50 ton.

Bocornya tong penampung minyak diketahui sejak pukul 11.00 WIT. Berawal dari Rodea Maukari, warga setempat mencuci sayur. Ia mencium bau minyak tanah dari dalam sungai. Warga RT 006-RW 03 ini turun ke dalam sungai di samping rumahnya.

Setelah memastikan itu adalah minyak, Ia lalu menimbah minyak yang mengalir di atas air sungai menggunakan botol. Setelah mengambil minyak, Ibu rumah tangga ini memberitahukan tetangganya hingga akhirnya menjadi gempar.

“Mama Rodea turun ke sungai. Dia ambil minyak gunakan botol. Dia lalu memastikan itu minyak tanah. Setelah itu diberitahukan kepada tetangga. Saya termasuk turun ke kali dan memang benar itu minyak tanah,” ungkap Marlen Belia, menceritakan penemuan tetangganya itu.

Dari mulut ke mulut, warga berbondong bondong datang tidak dengan tangan kosong. Mereka membawa wadah mengambil tumpahan minyak yang keluar dari dinding tembok TBBM. “Saat timba minyak. Saya melihat warga sudah mulai berdatangan. Saya isi dalam jeregen,” tambah Marlen.

Tidak berselang lama, sejumlah petugas Marine Pertamina tampak melakukan antisipasi pencegahan agar minyak tidak terlalu banyak masuk ke dalam air laut. Mereka memasang Oil Boom di muara kali Tuheng pukul 13.30 WIT.

Selain itu, petugas Pertamina melepas Dispersan atau cairan berbusa yang berfungsi menetralisasi minyak sebelum sampai ke pantai. Meski begitu, hingga pukul 14.35 WIT, warga masih terus berdatangan mengambil tumpahan minyak tersebut.

Tumpahan minyak menjadi tontonan menarik pengguna jalan raya berhenti mengabadikan momen yang baru pernah terjadi itu menggunakan kamera ponsel. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan M. Putuhena mengalami kemacetan selama beberapa menit.

Dari hasil koordinasi dengan pihak TBBM, Kepala Polsek Teluk Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy mengaku minyak yang diambil warga berjenis Avtur. “Saat ini permasalahan sudah ditangani pihak Pertamina dan akan melakukan pelacakan,” kata Kaisupi kepada Kabar Timur, kemarin.

Branch Manager PT. Pertamina Cabang Ambon, Donny Brilianto yang dikonfirmasi Kabar Timur melalui telepon genggamnya membenarkan adanya tumpahan minyak tersebut. Kendati demikian, Ia membantah jika insiden itu terjadi akibat bocornya tong penampung. “Sebenarnya yang terjadi bukan kebocoran, tapi isu yang beredar seperti itu,” katanya.

Dikatakan, peristiwa itu terjadi disaat tangki 07 Avtur dalam posisi off. Sebab saat itu ada pekerjaan tank cleaning. “Setelah diketahui kami langsung ambil langkah-langkah penanggulangan agar minyak tersebut tidak keluar lagi,” ujarnya.

Pihaknya, tambah Donny, sudah menyedot genangan minyak menggunakan vacuum truck dan ditransfer ke mobil tangki. Sementara di jalur air keluar dari terminal BBM juga sudah dilakukan recovery dengan oil spill dispersant. “Saat ini sedang dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” ujarnya.

Selang 1 jam, kata Dia, tumpahan telah berhasil diantisipasi dan dipastikan tidak ada pencemaran ke lingkungan masyarakat. “Pengamanan dan pengawalan di TBBM Wayame juga sudah dilakukan oleh BLH Provinsi dan Kepolisian,” tandasnya.

Peristiwa itu langsung ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku dengan menurunkan staf untuk mengecek tingkat pencemaran di sekitar lokasi tumpahan minyak tersebut. “Setelah mendapat informasi, saya langsung tugaskan staf untuk turun ke lokasi untuk mengetahui tingkat pencemaran, apakah membahayakan lingkungan atau tidak, dan bagaimana cara untuk menanggulangi peristiwa tersebut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Vera Tomasoa kepada wartawan di kantor Gubernur, kemarin.

Pihaknya, sambung Vera, akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyelesaikan insiden tumpahan minyak, baik secara fisik dan pertanggungjawaban mereka. “Agar tidak jangan sampai akibat dari insiden itu merusak lingkungan sekitar terutama laut,” pungkasnya. (CR1/RUZ)

Penulis:

Baca Juga