Sekilas Info

Panzer TNI Terbalik, Ambon Macet

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Sebuah mobil tank (panzer) Tarantula milik Kodam Pattimura, terjungkal (terbalik), di dari Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan Sultan Hasanudin, Selasa, sore, kemarin, menyebabkan dua anggota terluka dan Kota Ambon macet total.

Insiden terbaliknya, mobil tank milik Detasemen Kaveleri (Denkav), 5/BLC, Kodam Pattimura sempat mengemparkan warga Desa Batumerah. Warga rame-rame berlari keluar rumah setelah terdengar bunyi benturan keras  saat kecelakaan naas itu terjadi.

Tidak ada korban jiwa berikut kerusakan material lainnya akibat insiden tersebut. Hanya saja,  dua anggota Denkav terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Tentara. Kedua anggota itu diduga mengalami benturan keras saat kecelakaan.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur di lokasi kecelakaan menyebutkan, kendaraan tempur milik TNI dari arah Kota hendak menanjak ke Jalan Jenderal Sudirmain (tanjakan Batu Merah).  Dalam perjalanan hendak naik, Tank lapis baja menabrak pembatas jalan, seketika mobil itu terbalik dari posisi Jalan Jenderal Surdiman ke Jalan Hasanudin.

Diduga terbaliknya mobil tempur buatan Korea akibat gangguan pada hidrolik yang berhubungan dengan setirnya. “Tiba-tiba setir mobil itu terkunci dan tidak bisa memutar kekana maupun kiri akibat sistem hidrolik pada setir terganggu,” sebut beberapa anggota yang ada di lokasi kejadian kepada Kabar Timur.

Kepala Penerangan Kodam Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho mengaku, peristiwa ini berawal ketika Detasemen Kaveleri 5/BLC akan menggelar latihan di Kawasan Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.

“Ditengah perjalanan pengemudinya mengatakan setirnya (kemudi) terkancing di kiri dan menabrak trotoar,” ungkap Sihaloho saat ditemui awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sore, kemarin.

Menabrak trotoar, Panzer yang bergerak lambat itu tidak mampu dikendalikan hingga terjungkir di Jalan sebelah bawah. “Karena jalan dibawah lebih rendah, sehingga tank ini jatuh dan terbalik ke kiri,” terangnya.

Sihaloho mengaku, tank jenis Panzer Tarantula buatan Korea itu terdapat  tiga anggota Denkav 5/BLC. Mereka terdiri dari seorang perwira, penembak dan pengemudi. “Pengemudinya tidak apa-apa. Sementara komandannya (perwira) dan penembak kita bawa ke rumah sakit. Kemungkinan trauma dada dan akan diperiksa dulu. Korban dari masyarakat tidak ada,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pasca kejadian itu, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengevakuasi Panzer tersebut. “Kita akan upayakan berdirikan lagi dan kita tarik kembali ke Denkav. Jadi ada gangguan di setir. Setirnya kan sistemnya hidrolik. Kemungkinan ada gangguan di hidrolik dan terkancing ke kiri,” tandasnya.

Sejumlah saksi mata di TKP menyebutkan, sebelum kecelakaan terjadi, terlihat iring-iringan tiga unit Panzer yang di kawal. Tiga unit Panzer dari arah Jalan Rijali itu hendak menanjak Jalan Jenderal Sudirman.

“Ada tiga panser dari arah kota. Tiba-tiba Panser yang didepan oleng dan terjatuh ke bawah jalan,” kata seorang saksi yang juga mengaku bahwa dirinya melihat seorang anggota yang berada di atas Panzer langsung melompat keluar.

Terbaliknya Panzer sebelumnya disangka pohon tumbang. Sebab, bunyi suaranya besar hingga membuat warga yang berada di dalam rumah berhamburan keluar memastikan penyebabnya. “Katong kira pohon rubuh. Barang paleng kuat sekali. Padahal saat keluar ternyata oto tentara yang terbalik,” ungkap seorang ibu kepada warga lainnya.

Warga bersyukur, saat kejadian itu, TKP yang biasanya ramai dengan warga khususnya anak-anak maupun sejumlah tukang becak yang beristirahat tidak berada di tempat.

AMBON MACET TOTAL

Pantauan Kabar Timur, pasca terbaliknya Panzer seberat 18 ton itu, arus lalu lintas dari dan menuju Jalan Rijali mengalami kemacetan panjang. Sementara Jalan Sultan Hassanudin, macet total. Macet total juga terjadi saat akan dilakukan evakuasi terhadap kendaraan perang tersebut. Sebab, polisi lalu lintas menutup jalur TKP secara total untuk keamanan pengguna jalan.

Upaya evakuasi yang dilakukan sejak sore hari hingga pukul 21.00 WIT kemarin, gagal. Padahal, sejumlah alat berat telah dikerahkan seperti dua unit Tank berpelat nomor 3269 dan 3270. Evakuasi juga gagal saat menerjunkan alat angkut milik Detasemen Zipur. Sebab diduga berat Panzer yang terbalik tidak sebanding dengan daya angkut alat milik Zipur tersebut.

Tak bisa dievakuasi, kemacetan arus lalu lintas semakin parah bertepatan dengan waktu kerja PNS berakhir. Sejumlah kendaraan angkutan umum maupun pribadi terpaksa mencari jalur alternatif. Angkot Kebun Cengkih misalnya, harus melalui Karang Panjang agar bisa sampai di terminal Mardika. Itupun dilanda kemacetan lantaran banyak kendaraan yang memilih jalur satu satunya tersebut.

Sementara sepeda motor, tampak memanfaatkan lorong-lorong pemukiman warga agar bisa sampai ke tujuan. Sedangkan penumpang yang akan terbang keluar daerah melalui Bandara Pattimura, terpaksa naik speedboat agar tidak ketinggalan pesawat.

“Tadi kita coba pakai alat evakuasi dari Zipur punya, cuman kemampuan angkutnya 8 ton. Sementara Panzer yang terbalik ini beratnya 18 ton. Dia hanya sedikit bergeser,” kata Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho, Kapendam Pattimura saat dihubungi Kabar Timur, tadi malam.

Gagal menggunakan alat berat milik Zipur, Kodam Pattimura kemudian meminta bantuan alat berat jenis Crane milik PT. Kiat yang didatangkan dari Wayame. Proses evakuasi pada pukul 20.00 WIT nyaris berbuah manis. Tapi sayang, kembali terkendala kabel listrik milik PT. PLN yang melintang di atas TKP.

“Karena ada aliran listrik dan prosesnya memerlukan waktu sangat lama, kemudian kemacetan sudah semakin parah dan sudah ribut semua, makanya kita putuskan untuk di pending sampai tengah malam sekitar pukul 01.00 WIT atau pukul 02.00 WIT baru kita mulai lagi,” jelasnya.

Sihaloho berharap, evakuasi yang akan dilakukan pada larut malam dapat membuahkan hasil. “Crane sudah standby di TKP agar evakuasi bisa dilakukan di waktu sunyi,” harapnya.

Terkait dua korban luka yang menimpa anggota Denkav, Sihaloho mengaku tersisa seorang korban yang masih mendapat penangan medis di RST. “Yang perwiranya sudah pulang. Sementara penembaknya masih di Rumah Sakit. Katanya dadanya agak nyeri sedikit. Tapi hasil ronseng keduanya normal,” tandasnya.

Hingga pukul 22.00 WIT, Panzer yang terbalik telah tertutup kain loreng dan dipagari oleh garis polisi. Lokasi TKP tampak dijaga ketat aparat TNI AD bersenjata lengkap. Sementara alat berat Crane tetap stanbay untuk mengevakuasi kendaraan tersebut.

Guna menjaga keamanan dan gangguan jaringan saat proses evakuasi berlangsung, PT. PLN Rayon Ambon akan melakukan pemadaman berkala sejak pukul 01.00 WIT sampai dengan pukul 02.00 WIT. “Untuk menjaga keselamatan dan gangguan sistem saat proses evakuasi Panzer, kami akan melakukan pemadaman lampu mulai dari jam satu sampai jam dua pagi,” ungkap Ramli Malawat, Humas PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara kepada Kabar Timur tadi malam. (CR1)

Penulis:

Baca Juga