KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Gubernur Ma-luku, Said Assagaff mem-buka terang hutang Pem-prov Maluku yang bela-kang-an ini memicu spe-kulasi. Padahal hutang ya-ng dilakukan Pemprov aki-bat banyak dana Pemprov ter-pakai untuk menutupi ke-butuhan mendesak Pe-merintah Pusat (Pempus), yang harus ditanggulangi daerah.
Kepada wartawan, Se-nin, kemarin, Gubernur men-jelaskan rinci terkait hu-tang yang dilakukan Pem-prov yang selama ini ti-dak diketahui publik, se-hingga memunculkan spe-kulasi beragam. Menurut ber-tutur, untuk melunasi hu-tang Pemerintah Pro-vinsi Maluku tahun lalu ditar-getkan Agustus tahun ini sudah dibayarkan tergan-tung dari penggantian ang-garan dari Pusat kepada Pem-prov Maluku.
Salah satunya, kata Gu-bernur, gaji 6000 Guru SMA pasca dialihkan ke Pem-prov oleh Pempus di-bayar-kan Pemprov Maluku. Sampai saat ini Pempus belum mengganti dana Rp 170 miliar secara menyeluruh untuk gaji mereka.
“Jadi dari Rp 170 Miliar, oleh Pemprov baru diganti Rp 100 miliar. Masih tersisa Rp 70 Miliar,” sebut Gubernur menjelaskan. Angka tersebut, lanjut dia, belum termasuk pembayaran gaji 14 bernilai Rp 44 Miliar yang dananya diambil dari kas Pemprov Maluku.
Dia menjelaskan, bila Pempus cepat mengganti anggaran yang dikeluarkan Pemprov Maluku, sebagaimana yang dipaparkan itu, dipastikan Agustus tahun ini, hutang Pemprov tahun lalu akan bisa dilunasi termasuk pembayaran sisa tender Rp 35 miliar.
“Hutang tahun lalu sebanyak Rp 177 miliar Agustus sudah mesti habis. Tinggal yang kurang-kurang itu kalau Pusat ganti punya kita cepat ya sudah bisa (lunasi),”ucap tandas Assagaf. Selain itu, Gubernur juga menjelaskan, tentang salah satu penyebab Pemerintah Provinsi Maluku berhutang itu, dikarenakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirancang terlalu tinggi sebesar Rp 800 miliar.



























