Sekilas Info

Pembacok Tukang Ojek Gunung Botak Diciduk

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Mursal Mustari, pelaku pembacokan terhadap Imran Candra Umagapi, seorang tukang ojek di Jalur C kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru diringkus polisi. Pria 38 tahun itu kini telah dijerumuskan kedalam rumah tahanan Polres Pulau Buru.

Kapolres Pulau Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP. Ryan Citra Yudha menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika korban pembacokan yang sudah dipengaruhi minuman keras (miras) alias mabuk mengamuk sambil memegang sebilah parang.

Diduga tak mampu menguasai pengaruh miras, tukang ojek itu kemudian mengejar dua orang ibu rumah tangga yakni Salam Abdulah dan Gamar Ishak di Jalur C Kawasan Gunung Botak, Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Melihat hal tersebut, tersangka yang juga sebagai korban pembacokan itu pun keluar dari dalam camp tempat tromol miliknya menuju Jalan Raya. Tersangka saat itu rencananya menolong dua wanita tersebut dari kejaran korban.

“Saat berada di Jalan, korban berteriak meminta dua orang wanita itu untuk tidak lari. Beberapa saat kemudian korban langsung membacok punggung tersangka namun tersangka tidak terluka,” ungkap Ryan, kemarin.

Meski kebal saat dibacok, namun tersangka tidak terima. Ia kembali menuju campnya dan mengambil sebilah parang serta pergi menghampiri korban. Tanpa basa basi, tersangka langsung melayangkan pedangnya sebanyak dua kali.

“Korban mengalami luka pada kepala bagian kiri dan lengan sebelah kiri. Setelah membacok korban hingga terluka parah, tersangka kemudian pergi meningalkan korban kembali ke camp. Tersangka sudah kami amankan. Sebanyak 4 orang saksi yang kami periksa,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Imran Candra Umagapi, tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, bersimbah darah. Ia diparangi orang tak kenal (OTK) di Jalur C Kawasan Gunung Botak, Senin (31/7).

Pemuda asal Kabupaten Maluku Tengah ini dibacok saat sedang berpesta minuman keras (miras) di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pukul 12.30 WIT. Korban kini mendapat perawatan medis di rumah seorang mantri yang tak jauh dari TKP. Ia selamat dengan luka robek di kepala.

Sumber Kabar Timur di Pulau Buru mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika korban menggunakan motor ojeknya melintas di depan rumah Hamudi, warga Desa Dava. Depan rumah Hamudi kala itu sedang berlangsung pesta miras. “Saat melintas Imran dipanggil seorang penambang yang Ia kenali,” kata Sumber yang meminta Kabar Timur tidak menyebutkan identitasnya, kemarin.

Sumber melalui sambungan telepon genggam mengungkapkan, setelah dipanggil temannya, korban kemudian berhenti. Ia kemudian bergabung dengan sekelompok orang tersebut meneguk miras. “Saat itu korban berhenti dan duduk bersama penambang yang sedang berpesta miras. Ia kemudian bersama mereka mengkonsumsi miras,” ungkap Sumber.

Tak lama berselang, para penambang yang diduga sudah mabuk, terlibat pertengkaran mulut. Adu mulut hingga berujung bentrok tak dapat dielakan. “Saat keributan terjadi, tiba-tiba Imran dibacok pakai parang,” ujarnya.

Diparangi, Imran mengalami luka sayatan besar. Ia kemudian kabur menyelamatkan diri. Namun karena mengalami pendarahan hebat, korban pusing dan terjatuh. “Korban menderita luka robek dari kepala sampai di telinga sebelah kiri,” ujarnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga