Sekilas Info

Terkapar Cianida Satu Penambang Tewas

KABARTIMURNEWS.COM

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Kaharudin, seorang penambang emas di Gunung Botak, tiba-tiba pusing dan jatuh tak sadarkan diri di kolam rendamannya. Warga Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru ini dinyatakan tewas, Rabu (18/7). Kondisi tubuh korban membiru.

Pria 43 tahun ini pusing dan terjatuh karena diduga akibat reaksi bahan kimia berbahaya yang dipakai seperti Cianida, pada kolam rendaman pengolahan emas miliknya.

Menurut La Riski, putra korban kepada Sumber Kabar Timur, mengaku saat itu dia bersama ayahnya sedang menyiapkan kolam rendaman pukul 10.00 WIT. Kolam rendaman korban berada di areal Peti, Dusun Anahoni, Kecamatan Waelata.

“Saat itu korban dan anaknya sedang melakukan pengisian bak rendaman dengan pasir yang menjadi material dari pada rendaman tersebut. Tiba-tiba ayahnya pusing dan jatuh tak sadarkan diri,” ungkap Sumber.

Melihat ayahnya jatuh, pria 17 tahun itu memberitahukan penambang lainnya. Mereka mengangkat korban menggunakan tandu yang terbuat dari kayu. “Saksi dan teman-temannya membawa pulang korban kembali ke Desa Dava menggunakan tandu melalui jalur kali Anahoni dan diangkut mobil jenis strada menuju kediaman korban,” ujarnya.

Ditengah perjalanan, kondisi korban semakin kritis.  Pukul 12.30 WIT, korban tiba di kediaman. Tak berselang lama, korban menghembuskan nafas terakhirnya. “Korban tiba dirumahnya diiringi isak tangis keluarga, ketika melihat kondisi badan korban telah membiru, dan setelah 30 menit, korban  dinyatakan meninggal dunia,” tandasnya.

Untuk diketahui, metode rendaman yang biasanya dilakukan para penambang menggunakan obat-obat berbahaya seperti Kostik, Kapur, maupun Cianida. Sejumlah bahan kimia sangat berbahaya terhadap manusia maupun lingkungan. (CR1)

Penulis:

Baca Juga