Sekilas Info

Sekot Bohong, Pelayanan KTP Belum Jalan

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURNEWS.COM

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Pengakuan Sekretaris Kota (Sekot) Ambon Anthony Gustav Latuheru soal pelayanan eKTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah berlangsung seperti sedia kala, kemarin, ternyata belum berjalan. Warga masih diminta pulang dan baru akan kembali pekan depan.

“Hari ini belum bisa pak. Katanya minggu depan baru datang. Kalau sudah bisa minggu depan langsung dilayani,” kata seorang warga yang hendak meninggalkan kantor Disdukcapil kepada Kabar Timur, kemarin.

Disinggung soal kepastian hari pada pekan depan, dimana warga diminta kembali melakukan pembuatan KTP, wanita itu mengaku tidak diberitahukan. “Tadi lupa tanya. Hanya disuruh balik minggu depan,” katanya berlalu pergi.

Pantauan Kabar Timur di Disdukcapil Jumat (6/7) pukul 11.00 WIT, aktifitas pelayanan khususnya pembuatan eKTP terlihat lumpuh total. Sejumlah warga hanya tampak berdiri di depan ruang pelayanan yang didalamnya terlihat kosong dan menyisahkan kursi.

Di pojok kanan depan ruang pelayanan KTP, tampak dua orang pegawai wanita sedang melayani sejumlah warga yang hendak membuat KTP. Warga yang memasukan kartu keluarga, hanya dilihat dan ditandai pegawai menggunakan pena. Setelah itu, mereka disuruh kembali minggu depan.

“Hari ini belum bisa ambil KTP dek. Karena kemarin komputer kami dicuri. Nanti balik minggu depan jua,” ungkap seorang pegawai yang juga belum bisa memastikan hari apa kepada Kabar Timur, kemarin.

Sebelumnya di hari yang sama, Sekot Ambon pada apel tiga pilar Kamtibmas yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon mengaku, telah meminta pegawai Disdukcapil untuk mengganti komputer dicuri dengan lainnya yang tidak difungsikan.

Ia mengakui jika kasus pencurian tersebut sudah dilaporkan kepada pihak berwajib yakni aparat Polres Ambon. Meski telah terjadi pencurian, tapi Ia mengaku tidak membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu.

“Karena kita sudah perintahkan kemarin (Kamis) kepada staf di Capil untuk melihat komputer mana yang belum digunakan, agar sementara digunakan dulu untuk proses pelayanan,” ujar dia.

Kehilangan dua unit perangkat komputer itu, tambah Sekot, tidak berdampak hilangnya data-data masyarakat. “Tidak ada kendala karena semua data telah tersimpan di server, cuma yang hilang hanya monitornya saja,” kata dia.

Ia menduga, sebelum melakukan aksi pencurian, pelaku telah menggambarkan situasi kantor Disdukcapil. Sebab, kawasan kantor itu ramai dikunjungi, karena terpasang wifi gratis yang bisa digunakan masyarakat.

“Saat itu (pencurian) sementara turun hujan lebat. Kitakan sudah pasang wifi di sekitar capil, sehingga masyarakat kumpul dan menggunakan wifi yang dipasang Pemerintah Kota Ambon. Mungkin saja pelaku memanfaatkan keadaan itu mencuri di kantor capil,” sebut dia menduga.

Selain dua unit perangkat komputer dicuri pelaku misterius ini, kasus itu berdampak pada tidak teraksesnya wifi gratis, akibat salah satu perangkat komputer yang dicuri merupakan server.

“Dari kejadian itu, anak-anak sekarang tidak bisa memanfaatkan wifi. padahal wifi bermanfaat untuk mereka mencari tugas sekolah. Saya berharap fasilitas yang Pemda siapkan ini untuk menuju “Ambon Smart City” bisa dimanfaatkan secara baik tanpa pungutan,” tutur dia.

Sementara Plt Kepala Disdukcapil Selly Haurissa yang hendak ditemui Kabar Timur, tidak berada di tempat. “Ibu kepala Dinas ada di Belanda,” kata salah satu pegawai, kemarin. (CR1/MG2)

Penulis:

Baca Juga