Sekilas Info

Hitung Cepat KPU, BAILEO, AMAN & MT-HPB Unggul

IST

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno, menumbangkan kandidat petahana, Said Assagaf-Anderias Rentanubun. Perolehan suara BAILEO cukup jauh mengungguli Said-Anderias (SANTUN).

Berdasarkan pemutakhiran data pada laman KPU, Infopemilu.kpu.go.id, yang diakses, Jumat (29/6) sore, BAILEO memperoleh 253.918 suara atau 40,12 persen. Sementara itu, SANTUN meraih 193.704 suara atau 30,60 persen. Sedangkan kandidat Paslon Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT), menempel ketat perolehan suara SANTUN, yaitu 185.392 suara atau 29,28 persen.

Data hitung cepat KPU itu berdasarkan entri formulir Model C1. Data yang ditampilkan belum mencapai 100 persen, melainkan 77,67 persen atau 2.608 dari 3.358 TPS tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku. Hasil hitung cepat KPU ini bersifat sementara dan belum, dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan suara masuk dari TPS.

Berdasarkan jadwal pilkada 2018, rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat kabupaten/kota dilakukan pada 4-6 Juli. Untuk tingkat provinsi, rekapitulasi hasil pemungutan suara dilakukan pada 7-9 Juli. Saat ini penghitungan suara tingkat Kecamatan oleh Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) masih berlangsung.

“Rekapitulasi tingkat Kecamatan akan dilakukan, hingga tanggal 4 juli 2018 sudah harus selesai. Kemudian akan dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat kabupaten/kota,” kata Ketua KPU Provinsi Maluku Syamsul Rifan Kubangun, kepada Kabar Timur, Jumat (29/6).Rekapitulasi tingkat Kabupaten/kota dimulai pada 4 Juli 2018, dengan batas terakhir 6 juli 2018. Dilanjutkan di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota dan berakhir di KPU Provinsi Maluku.

“Rekapitulasi tingkat KPU Provinsi Maluku pada 7 Juli hingga 9 Juli 2018,” jelasnya. KPU Maluku masih memonitor perkembangan penghitungan jumlah suara di tingkat PPK. Di seluruh kecamatan masih dilakukan proses rekapitulasi maupun pleno perolehan jumlah suara. “Hasil pantauan memang sebagian besar masih melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan,” akui Rifan.

Terkait Pilkada Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kubangun menyatakan jadwal rekapitulasi untuk Pilkada di dua daerah itu sama dengan jadwal rekapitulasi Pilgub Maluku. “Semua jadwal sama, baik pemilihan gubernur, Pilkada Kota Tual maupun Pilkada Malra,” tandasnya.

WEBSITE KPU DIRETAS

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan, adanya percobaan peretasan laman resmi (website) KPU tidak akan memengaruhi hasil akhir real count perolehan suara pilkada 2018. Masyarakat diminta tetap menanti hasil penghitungan perolehan suara secara manual oleh KPU provinsi dan kabupaten/kota setempat.

“Yang harus diketahui oleh masyarakat adalah hasil resmi pilkada di suatu daerah adalah hasil yang ditetapkan dalam pleno KPU setempat. Hasil resmi itu berdasarkan penghitungan secara manual,” ujar Pramono kepada wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia melanjutkan, memang benar ada sejumlah pihak yang mencoba melakukan peretasan (hacking) terhadap laman resmi KPU pusat dan KPU di daerah. Peretasan itu diduga karena ingin mengubah data hasil pemungutan suara yang ada di laman resmi itu.

Padahal, kata Pramono, data dalam laman resmi KPU pusat dan daerah yang saat ini tayang belum resmi. Data itu pun bersifat rekapitulasi sementara.  “Jadi, kalau ada isu bahwa data di laman KPU diretas untuk dimanipulasi atau diubah, itu sama sekali tidak berpengaruh kepada hasil akhir real count. Hasil akhir pilkada 2018 tetap dari rekapitulasi secara manual,” kata Pramono.

AMAN & MT-HPB

Hasil real count atau hitung cepat versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada dua Pilkada serentak 27 Juni 2018 di Maluku, yakni Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) berhasil dihimpun. Berdasarkan entri formulir model C1 hingga Jumat, petang kemarin, di Pilkada Kota Tual paslon Adam Rahayaan-Usman Tamnge sementara menempati puncak perolehan suara.

Tercatat jumlah suara untuk paslon nomor urut 2 dengan akronim AMAN ini mencapai 5.973 suara atau 50,63 persen. Disusul paslon nomor urut 3 Basri Adlly Bandjar-Fadillah Rahawarin dengan akronim ADIL, dengan jumlah 3.601 suara atau 30,52 persen. Posisi kunci ditempati paslon nomor urut 1 Yunus Serang-Eva Fransina Balubun dengan akronim SERASI, dengan jumlah suara 2.223 atau 18,8 persen.

Data yang masuk untuk Pilkada Kota Tual ke KPU Kota Tual baru mencapai 35.38 persen atau 46 TPS dari total 130 TPS, dengan jumlah suara sah 12.127 atau 98 persen.

Ketua KPU Kota Tual Ibrahim Bafaqih dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku, data dari PPK di beberapa kecamatan belum seluruhnya diupload atau diinput ke sistem aplikasi hitung cepat milik KPU. “Mungkin besok (hari ini) baru semua diupload,” katanya kepada Kabar Timur melalui telepon seluler, Jumat, sore kemarin.

Sementara di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) paslon nomor urut 3 Mohammad Taher Hanubun-Petrus Beruatwarin dengan akronim “MT-HPB” berhasil memperoleh dukungan telak pemilih, dengan jumlah suara 21.799 atau 42,83 persen.

Disusul paslon nomor urut 2 Esebius Utha Safsafubun-Abdurahman Matdoan dengan akronim “UTAMA” dengan jumlah suara 16.921 atau 33,25 persen. Disusul paslon nomor urut 1 sebagai juru kunci, yakni Angelus Renjaan-Hamzah Rahayaan dengan akronim “AMANAH” dengan jumlah suara 12.176 atau 23,92 persen.

Data yang masuk untuk Pilkada Kabupaten Malra ke KPU Kabupaten Malra telah mencapai 87.24 persen atau 212 TPS dari total 243 TPS, dengan jumlah suara sah 50.596 atau 98 persen.
(KTA)

Penulis:

Baca Juga